Intelijen Ukraina: 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Diimingi Gaji Besar!

7 hours ago 27

loading...

Dinas Intelijen Asing (FIS) Ukraina klaim 8 warga negara Indonesia telah direkrut untuk bergabung dengan pasukan Rusia. Foto/Sputniknews

KYIV - Dinas Intelijen Asing (FIS) Ukraina mengeklaim sedikitnya delapan warga negara Indonesia (WNI) telah direkrut untuk bergabung dengan pasukan Rusia. Klaim itu diumumkan sejak 27 Agustus lalu.

Menurut FIS, pihaknya telah memperoleh salinan komunikasi Kementerian Luar Negeri Rusia terkait proses pengurusan visa bagi para WNI. Mereka yang direkrut menjadi tentara Rusia berusia antara 29 hingga 47 tahun.

Baca Juga: 3 Kapal dan 1 Helikopter Inggris Buntuti Kapal Perang Rusia selama 72 Jam yang Menegangkan

Menurut pejabat intelijen Kyiv, perekrutan tersebut mengikuti skema yang sebelumnya telah diuji di negara-negara lain. Rusia menjanjikan warga asing gaji yang tinggi, posisi yang tidak terlibat langsung dalam pertempuran, percepatan pemberian kewarganegaraan Rusia, serta berbagai tunjangan sosial.

Pemerintah maupun militer Rusia belum berkomentar atas klaim FIS Ukraina. Pemerintah Indonesia juga belum berkomentar.

Rusia merekrut warga asing untuk berperang guna menutupi kekurangan personel militernya tanpa harus melakukan gelombang mobilisasi baru secara terbuka, sekaligus memanfaatkan sumber daya manusia yang lebih murah dan tidak terlalu sensitif secara politik.

Warga negara China yang ditangkap oleh Angkatan Bersenjata Ukraina dan warga Korea Utara yang ikut merebut kembali wilayah Kursk juga ditemukan bertempur di jajaran pasukan Rusia.

Indonesia—negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang jumlahnya lebih dari 280 juta jiwa—menjadi contoh terbaru perekrutan untuk perang melawan Ukraina, menurut FIS.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |