Perkumpulan Atlet Tunarungu Klarifikasi soal Penggalangan Dana

3 hours ago 19

loading...

JAKARTA - Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) memberikan klarifikasi terkait informasi mengenai atlet tunarungu Indonesia yang disebut harus melakukan penggalangan dana secara mandiri untuk mengikuti kejuaraan internasional. PATRIN menegaskan posisinya sebagai organisasi resmi yang menaungi olahraga atlet tunarungu Indonesia di tingkat internasional.

Klarifikasi tersebut disampaikan Ketua Umum PATRIN Pusat Dimyati Hakim bersama Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN Agung Baghaskoro. Agung menjelaskan, PATRIN dikenal secara internasional dengan nama Indonesian Association of the Deaf Athlete (IADA) dan disebut sebagai satu-satunya organisasi dari Indonesia yang diakui International Committee of Sports for the Deaf (ICSD).

“Kami tegaskan, PATRIN atau IADA di internasional adalah organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui oleh ICSD. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Dimyati Hakim, kami memiliki legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke ajang resmi internasional,” tegas Agung dalam rilis resmi PATRIN, Senin (31/8/2026).

Menurut PATRIN, proses pengiriman atlet tunarungu Indonesia ke kompetisi internasional selama ini dilakukan melalui mekanisme dan koordinasi resmi bersama National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora). Hubungan antara PATRIN/IADA dan NPCI juga disebut berjalan dengan baik.

Agung mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya penggalangan dana masyarakat untuk membiayai pengiriman atlet tunarungu Indonesia ke ajang internasional. PATRIN juga menegaskan tidak pernah menerima koordinasi ataupun memberikan persetujuan terkait langkah tersebut.

“Berkaitan dengan isu pengiriman atlet tunarungu yang harus menggalang dana, kami sebagai organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui ICSD, baik saya bersama Ketua PATRIN Pusat Bapak Dimyati Hakim, tidak mengetahui sama sekali,” ujarnya.

PATRIN selanjutnya akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menelusuri persoalan tersebut. Langkah ini dinilai penting agar setiap pengiriman atlet yang membawa nama Indonesia berlangsung melalui koordinasi resmi dan tidak menimbulkan persoalan yang dapat merugikan atlet maupun mencoreng nama Indonesia di tingkat internasional. PATRIN juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora atas dukungan terhadap pembinaan atlet tunarungu dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan serta koordinasi agar atlet dapat berkembang dan berprestasi melalui mekanisme yang transparan dan profesional.

(sto)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |