5 Penyebab Bencana dan Musibah Menurut Al-Quran, Umat Islam Wajib Introspeksi

5 hours ago 24

loading...

Ustaz Rikza Maulan, mengingatkan pentingnya melakukan introspeksi ketika menghadapi musibah. Menurutnya, manusia perlu mengevaluasi diri dan melihat apakah terdapat perilaku yang menjadi sebab datangnya kemurkaan Allah SWT. Foto ilustrasi/ist

Banjir bandang yang menimpa Nepal mengingatkan kita agar terus berinstrospeksi diri. Pasalnya banyak sebab yang membuat bencana itu terjadi. Lantas, bagaimana Al Quran tentang penyebab bencana ini?

Ada sejumlah penyebab terjadinya bencana alam dan musibah yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an . Selain menjadi bagian dari sunnatullah, bencana dapat menjadi ujian, penggugur dosa, sekaligus peringatan agar manusia melakukan introspeksi dan kembali ke jalan yang benar.

Musibah yang menimpa manusia terjadi atas izin Allah SWT. Namun, Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa sebagian kerusakan dan musibah dapat berkaitan dengan perbuatan manusia sendiri.

Dai lulusan Al-Azhar Mesir, Ustaz Rikza Maulan, mengingatkan pentingnya melakukan introspeksi ketika menghadapi musibah. Menurutnya, manusia perlu mengevaluasi diri dan melihat apakah terdapat perilaku yang menjadi sebab datangnya kemurkaan Allah SWT.

5 perilaku yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis sebagai sebab datangnya musibah:

1. Mendustakan Ayat-Ayat Allah

Salah satu sebab dicabutnya keberkahan adalah ketika manusia mengingkari atau mendustakan ayat-ayat Allah SWT.

Baca juga: Banjir Nepal Disebut Azab, Benarkah Bencana Alam Terjadi karena Dosa?

Sebaliknya, keimanan dan ketakwaan menjadi sebab turunnya keberkahan dari langit dan bumi. Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS Al-A'raf: 96).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa keimanan dan ketakwaan memiliki kaitan dengan keberkahan, sementara pendustaan terhadap ayat Allah dapat mendatangkan konsekuensi buruk akibat perbuatan manusia.

2. Menyekutukan Allah SWT

Syirik atau menyekutukan Allah SWT merupakan dosa besar dalam Islam. Al-Qur’an juga menggambarkan betapa beratnya ucapan yang menisbatkan anak kepada Allah SWT.

Allah berfirman:

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |