loading...
Awan warna-warni yang muncul di langit Jonggol, Bogor beberapa waktu viral di media sosial. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Awan warna-warni yang muncul di langit Jonggol, Bogor beberapa waktu viral di media sosial. Pakar IPB University memberikan tanggapan mengenai apa perbedaannya dengan pelangi dan apa yang menjadi pemicu fenomena alam tersebut.
Sonni Setiawan, dosen Deparrtemen Geofisika dan Meteorologi IPB University menjelaskan, meski sekilas menyerupai pelangi, Sonni menyebut proses terbentuknya awan pelangi berbeda. Jika pelangi terbentuk melalui pembiasan cahaya, fenomena ini terjadi karena difraksi cahaya. Difraksi terjadi saat cahaya melewati celah atau penghalang yang ukurannya sebanding dengan panjang gelombang cahaya.
Baca juga: Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
“Di iridescent clouds, ‘celah’ itu adalah tetesan air atau kristal es yang diameternya ∼1–10 mikrometer. Ukuran diameter ini kira-kira sama dengan panjang gelombang cahaya tampak 400–700 nm. Kalau tetesannya terlalu besar seperti di awan hujan, difraksi tidak terlihat. Kalau terlalu kecil seperti di udara bersih, kemungkinan terjadinya difraksi sangat kecil,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, difraksi dalam iridescent cloud ini memenuhi prinsip difraksi celah tunggal, yaitu bahwa setiap droplet atau kristal es bertindak seperti celah tunggal yang menyebarkan cahaya. Intensitas cahaya yang terdifraksi bergantung pada panjang gelombang, sudut difraksi yang berbeda-beda, dan diameter partikel droplet atau kristal es.

















































