Rusia Kerahkan 1.796 Hulu Ledak Nuklir, Level Tertinggi dalam 9 Tahun

15 hours ago 46

loading...

Rudal balistik antarbenua RS-24 Yars mobile muncul dalam parade militer Victory Day Rusia di Red Square Moskow. Foto/Valery Sharifulin/TASS

STOCKHOLM - Rusia telah meningkatkan jumlah hulu ledak nuklir yang dikerahkan pada sistem peluncur dan siap digunakan selama empat tahun berturut-turut. Jumlah tersebut kini mencapai level tertinggi sejak 2017, di tengah semakin seringnya pejabat Rusia melontarkan ancaman nuklir terhadap negara-negara Eropa.

Menurut analis Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam laporan tahunan 2026 "World Nuclear Forces", hingga Januari 2026 Rusia memiliki 5.420 hulu ledak nuklir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.604 berada dalam penyimpanan terpusat, 1.020 dikategorikan sebagai hulu ledak yang telah dipensiunkan, sedangkan 1.796 telah dikerahkan pada sistem peluncur.

Baca Juga: Iran Bilang Mudah Miliki Senjata Nuklir: Keluar dari NPT dan Revisi Doktrin Nuklir

Jumlah hulu ledak yang dikerahkan Rusia terus meningkat sejak awal perang skala penuh melawan Ukraina. Jumlahnya mencapai 1.588 pada 2022, 1.674 pada 2023, 1.710 pada 2024, dan 1.718 pada 2025.

Dibandingkan 2020, Kremlin telah meningkatkan jumlah hulu ledak nuklir yang dikerahkan sebesar 14 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2017, ketika Rusia memiliki 1.950 hulu ledak yang dikerahkan.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat (AS) yang memiliki jumlah persenjataan nuklir relatif sama tidak mengubah jumlah hulu ledak yang dikerahkannya. Angkanya tetap 1.770.

Prancis dan Inggris juga mempertahankan jumlah hulu ledak yang dikerahkan, masing-masing 280 dan 120.

Sementara itu, China meningkatkan jumlah hulu ledak yang dikerahkan dari 24 menjadi 34, dari total persenjataan sekitar 620 hulu ledak.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |