Kereta Ternak Banyuwangi-Jakarta Harus Jadi Lompatan Logistik, Bukan Sekadar Ganti Truk ke Rel

7 hours ago 31

loading...

Rencana PT KAI melalui KAI Logistik mengoperasikan kereta api khusus mengangkut ternak dan hasil pertanian dari Banyuwangi menuju Jakarta mendapatkan dukungan dari Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim. Foto/Dok

JAKARTA - Rencana PT KAI melalui KAI Logistik mengoperasikan layanan kereta api khusus untuk mengangkut ternak dan hasil pertanian dari Banyuwangi menuju Jakarta mendapatkan dukungan dari Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim. Menurut Rivqy, rencana ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antara sentra produksi dengan pusat konsumsi sekaligus menekan biaya logistik dan memperluas akses pasar bagi peternak serta petani.

Rencana layanan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir September 2026, dengan Stasiun Argopuro dan Stasiun Kalisetail di Banyuwangi sebagai titik muat menuju Jakarta. Komoditas yang disiapkan antara lain sapi serta berbagai hasil pertanian seperti buah, sayuran dan cabai.

“Saya mendukung. Ini bukan hanya soal memindahkan sapi dan hasil pertanian dari Banyuwangi ke Jakarta. Ini harus kita lihat sebagai upaya membangun sistem logistik pangan nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan berpihak kepada peternak serta petani,” ujar Rivqy di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Kereta Petani dan Pedagang Resmi Beroperasi Hari Ini, Segini Jumlah Penggunanya

Ia mengatakan, penggunaan kereta api memiliki potensi besar untuk distribusi jarak jauh karena mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar secara lebih terjadwal. Terlebih, angkutan ternak berbasis rel bukan konsep baru di Indonesia.

Pemerintah mencatat layanan kereta ternak pernah beroperasi, termasuk rute Surabaya-Jakarta, sebelum kemudian dihentikan dan kini didorong untuk dihidupkan kembali dengan teknologi gerbong yang lebih modern. Namun demikian, Ketua Umum DKP Panji Bangsa itu meminta PT KAI dan pemerintah tidak berhenti pada aspek efisiensi waktu dan biaya.

“Jangan sampai paradigma kita hanya mengganti truk dengan kereta. Ternaknya memang sampai tujuan, tetapi kita tidak tahu bagaimana kondisinya selama perjalanan. Moda transportasi ternak harus memenuhi standar keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan hewan sejak dari kandang sampai tujuan,” tegasnya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |