Prabowo Pimpin Ratas Karhutla di Kalbar: Saya Datang Melihat Keadaan yang Nyata

15 hours ago 31

loading...

Presiden Prabowo Subianto memimpin Ratas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat (Kalbar) setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026). Foto/BPMI Setpres

PONTIANAK - Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan ( Karhutla ) di Kalimantan Barat (Kalbar) setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026). Dalam pengantarnya, Prabowo menegaskan bahwa kedatangannya ke Kalimantan Barat bertujuan melihat secara langsung kondisi nyata di lapangan sekaligus memperoleh laporan mengenai situasi terkini.

"Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi," ujar Prabowo.

Dalam pemaparan situasi terkini, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo menyampaikan hasil pemantauan titik panas atau hotspot selama 24 jam berdasarkan pantauan satelit. Dari pemantauan tersebut, terdeteksi 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat.

Selain itu, Bulo melaporkan terdapat 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 dengan tingkat kepercayaan rendah. Menurutnya, sebaran titik panas tersebut terutama berada di sejumlah kabupaten di bagian selatan dan timur Kalimantan Barat.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Kalbar, BNPB Laporkan Hasil Pemantauan Hotspot

"Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas," jelasnya.

Dalam rapat tersebut turut disampaikan prakiraan potensi hujan di Kalimantan Barat. Berdasarkan pemantauan, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan berpotensi terjadi terutama di wilayah timur Kalimantan Barat pada periode 21 hingga 27 Agustus 2026.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |