loading...
Bulgaria akan jadi target serangan Itan. Foto/X/@t_swrld
TEHERAN - Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sebagian besar tidak terduga, mengingat adanya peringatan berulang kali dari sebagian besar sekutu AS, serta kurangnya antusiasme mereka terhadap potensi konflik tersebut.
Tindakan balasan Iran pun tak terduga, khususnya serangan rudal Iran terhadap beberapa negara yang bukan pihak dalam konflik tersebut—baik di kawasan Teluk maupun, yang terbaru, Yordania.
Di luar lingkup regional terdekat, militer Iran dilaporkan telah berupaya menyerang target yang jaraknya sangat jauh, termasuk pangkalan militer gabungan AS-Inggris di pulau Diego Garcia, yang berjarak 2.350 mil (3.780 kilometer) dari Iran.
Dan baru-baru ini, Teheran melontarkan ancaman terhadap wilayah tenggara Eropa—khususnya Bulgaria. Pada bulan Juli, parlemen Bulgaria menyetujui penggunaan Pangkalan Udara Bezmer untuk pengisian bahan bakar pesawat militer AS; sebuah kesepakatan yang berfungsi sebagai mekanisme pendukung bagi operasi militer AS di Timur Tengah dan terhadap Iran.
Dalam pembicaraan dengan mitranya dari Bulgaria, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa negara mana pun yang membantu "agresi" AS terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah serangan balasan oleh Teheran.
Menurut laporan terbaru Financial Times yang mengutip sumber-sumber Iran yang tidak disebutkan namanya, Teheran akan mempertimbangkan untuk menyerang Eropa jika Washington meningkatkan eskalasi konflik.
Menurut Armida van Rij, seorang peneliti senior di Centre for European Reform, Eropa tenggara dapat dipandang sebagai target yang menarik.
"[Wilayah tersebut] merupakan titik lemah Eropa karena penting secara strategis, menampung sejumlah pangkalan NATO serta menjadi jalur pasokan utama ke Ukraina dan terletak di tepi Laut Hitam".
Di Bulgaria, perang dengan Iran dianggap sebagai sesuatu yang "jauh", ujar Angel Petrov, seorang jurnalis yang berbasis di Sofia dan meliput wilayah Eropa tenggara serta Timur Tengah untuk situs berita Dnevnik.bg, kepada Al Jazeera.


















































