Naik 29%, Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun di Semester I 2026

8 hours ago 39

loading...

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melaporkan kinerja di Semester I 2026. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan pendapatan sebesar Rp4 triliun pada semester I 2026 atau meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga berhasil mempertahankan adjusted EBITDA positif sebesar Rp10 miliar sebagai hasil transformasi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional.

"Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," kata Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Bukalapak mencatat pada kuartal II 2026 pendapatan sebesar Rp1,6 triliun dengan margin kontribusi Rp72 miliar. Secara kumulatif, margin kontribusi sepanjang semester I 2026 meningkat 11% menjadi Rp171 miliar, sementara adjusted EBITDA kuartal II tercatat positif Rp6 miliar. Dengan demikian, adjusted EBITDA semester I 2026 mencapai Rp10 miliar atau membaik sekitar Rp44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih negatif Rp34 miliar.

Segmen Gaming menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja perusahaan. Pada kuartal II 2026, segmen ini membukukan pendapatan Rp1,39 triliun, sedangkan secara kumulatif semester I 2026 pendapatannya melonjak 42% secara tahunan menjadi Rp3,5 triliun, didukung ekspansi bisnis internasional. Segmen tersebut juga mencatat adjusted EBITDA positif sebesar Rp7 miliar pada kuartal II.

Baca Juga: Mitra Bukalapak Kantongi Rp5 Juta per Bulan dari Warung Sembako

Di segmen Mitra Bukalapak, pendapatan kuartal II tercatat Rp152 miliar, turun dibandingkan Rp188 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan semester I juga terkoreksi 27% secara tahunan akibat strategi perusahaan yang lebih selektif dalam memilih produk guna meningkatkan profitabilitas. Meski demikian, margin kontribusi segmen ini meningkat 48% menjadi Rp29 miliar, sedangkan adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp8 miliar dari sebelumnya negatif Rp9 miliar.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |