loading...
Presiden AS Donald Trump ultimatum Iran lagi untuk buka Selat Hormuz paling lambat pada Rabu WIB. Jika tidak, pembangkit listrik Iran akan dibom. Foto/CNN
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Minggu memperpanjang tenggat waktu 24 jam bagi Iran untuk membuat kesepakatan guna membuka kembali Selat Hormuz. Jika tidak, Amerika Serikat akan mengebom infrastruktur negara Islam tersebut, termasuk pembangkit listrik.
“Selasa, pukul 20.00 Waktu Bagian Timur!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Baca Juga: Iran Izinkan Kapal-kapal Irak Bebas Lewati Selat Hormuz
Batas waktu baru, pukul 00.00 GMT hari Rabu (pukul 07.00 WIB), berarti Teheran memiliki satu hari lagi untuk mencoba menenangkan pemimpin AS yang mudah berubah-ubah itu. Atau, Iran mengambil risiko Amerika menindaklanjuti ancamannya untuk menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan negara tersebut.
Iran secara efektif telah memblokir sebagian jalur pelayaran Selat Hormuz, rute vital untuk minyak dan gas dunia, sejak dimulainya kampanye pengeboman AS-Israel pada 28 Februari.
Trump, yang belum mengadakan acara publik sejak pidato nasional pada Rabu pekan lalu, tampaknya mengonfirmasi waktu baru tersebut dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal.
“Kita berada dalam posisi yang sangat kuat, dan negara itu akan membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun kembali, jika mereka beruntung, jika mereka masih memiliki negara,” katanya pada hari Minggu.
“Dan jika mereka tidak melakukan sesuatu pada Selasa malam, mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik dan mereka tidak akan memiliki jembatan yang berdiri," lanjut ancaman Trump.


















































