loading...
Para siswa Sekolah Seni Gurukul sedang mengerjakan lukisan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Mumbai, India, pada Jumat, 1 Agustus 2025. FOTO/AP/Rajanish Kakade
JAKARTA - India menunda delegasi dagang ke Washington setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) membatalkan rezim tarif luas Presiden Donald Trump. Penundaan ini terjadi ketika Gedung Putih bergegas menggantinya dengan pungutan baru di bawah wewenang hukum yang belum teruji.
"Kunjungan kepala negosiator India dan delegasinya akan dijadwalkan kemudian pada tanggal yang saling menguntungkan setelah kedua pemerintah menyelesaikan penilaian internal," ujar seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada CNBC, dikutip Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Kekacauan Tarif Trump, Dolar AS Babak Belur di Pasar Asia
Tim negosiasi India dipimpin kepala negosiator Darpan Jain dijadwalkan memulai pertemuan tiga hari di Washington pada 23 Februari untuk mengubah kesepakatan kerangka kerja menjadi pakta hukum yang mengikat. Kedua pemerintah sepakat, kunjungan tersebut harus dijadwalkan ulang setelah menilai dampak putusan pengadilan dan penerapan tarif pengganti oleh Trump.
Pada 6 Februari lalu, kedua negara mengumumkan kerangka kerja kesepakatan dagang sementara di mana tarif AS atas barang India turun dari 50% menjadi 18%, sementara India berkomitmen membeli produk energi Amerika senilai USD500 miliar, pesawat terbang, logam mulia, dan barang teknologi selama lima tahun.
Menteri Perdagangan India Piyush Goyal menyatakan kesepakatan tersebut diharapkan ditandatangani pada Maret dan berlaku efektif pada April. Dasar hukum kesepakatan tersebut bergeser pekan lalu ketika Mahkamah Agung AS memutuskan dengan suara 6-3 bahwa Trump telah melampaui wewenangnya dengan menggunakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional untuk memberlakukan tarif.


















































