loading...
Ketua IKA ITS PWJR Kusdi Widodo memberikan sambutan dalam acara Professional Muda ITS Meet Up & Networking Event di Jakarta. FOTO/IST
JAKARTA - Dunia kerja berubah cepat. Gelar teknik saja tak lagi cukup untuk membawa seseorang menembus posisi strategis. Di tengah era transformasi digital dan kompetisi lintas sektor, kemampuan memimpin, memahami bisnis, dan membangun jejaring dinilai menjadi faktor penentu karier masa depan.
Pesan itu menjadi benang merah dalam kegiatan Professional Muda ITS Meet Up & Networking Event yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Pengurus Wilayah Jakarta Raya sebagai bagian dari rangkaian Youth Leadership Camp (YLC)-8 di Wisma Pelatihan BNI Slipi, Jakarta.
Forum ini mempertemukan 50 alumni muda ITS, mahasiswa tingkat akhir, serta peserta YLC-8 dengan dua alumni ITS yang kini menempati posisi strategis di tingkat nasional, yakni Direktur Human Capital & Compliance PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Munadi Herlambang dan Direktur Keuangan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) Ken Permana.
Mengangkat tema "Where Engineering Meets Leadership & Finance", kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang menunjukkan bahwa lulusan teknik memiliki peluang luas untuk berkembang, termasuk di sektor keuangan, manajemen, hingga kepemimpinan korporasi.
Ketua IKA ITS PW Jakarta Raya Kusdi Widodo mengatakan ITS selama ini telah melahirkan banyak talenta yang berkontribusi di berbagai sektor strategis.
"Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa masa depan karier tidak ditentukan oleh jurusan semata, melainkan oleh kemauan belajar, kemampuan beradaptasi, dan kekuatan jejaring yang dibangun," kata Kusdi Widodo dalam keterangan tertulisnya dikutip, Senin (22/6/2026).
Menurut Kusdi, paradigma karier linear mulai bergeser. Lulusan teknik kini dituntut mampu melintasi batas disiplin ilmu dan mengembangkan kompetensi yang lebih luas.
Steering Committee YLC-8 Reynuh menilai perubahan lanskap pekerjaan menuntut hadirnya talenta yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu mengintegrasikan perspektif bisnis dan kepemimpinan.

















































