loading...
Citra satelit menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah banjir bandang dahsyat melanda perbatasan Nepal-Tibet. Foto/Planet Labs/via Bloomberg
KATHMANDU - Sebanyak 1.468 orang dilaporkan hilang, sementara 392 orang dipastikan meninggal dunia setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda perbatasan Nepal-Tibet.
Jumlah tersebut kemungkinan masih akan berubah, sesuatu yang tidak jarang terjadi setelah bencana besar.
Baca Juga: Detik-detik Sejumlah Desa Tersapu Banjir Bandang dalam Sekejap, 157 Orang Tewas
Kesalahan penghitungan ganda terhadap warga negara yang memiliki kewarganegaraan ganda, pencocokan jenazah dengan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, serta kekacauan yang terjadi selama bencana semuanya dapat menyebabkan angka korban berubah, baik meningkat maupun menurun.
Selain itu, setidaknya 10.000 keluarga diperkirakan kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang tersebut. Data ini berasal dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). "Situasinya sangat parah," ujar juru bicara IFRC, Tommaso Della Longa, kepada CNN.
Ini Update soal Orang-orang Hilang
Badan penanggulangan bencana Nepal pada Kamis mengatakan 910 orang masih belum diketahui keberadaannya, termasuk sedikitnya 517 warga negara asing. Badan tersebut tidak merinci kewarganegaraan para warga asing yang hilang.
Di seberang perbatasan, di wilayah Tibet, China, mengatakan 558 orang—termasuk 260 warga negara asing—masih hilang. Dengan demikian, total orang yang hilang di kedua sisi perbatasan mencapai 1.468 orang.
Dewan Pariwisata Nepal pada Kamis mencatat total 667 wisatawan, baik warga Nepal maupun warga asing, masih hilang.
1. Nepal
Data terbaru Dewan Pariwisata Nepal pada Kamis menunjukkan 127 warga Nepal termasuk dalam 667 orang yang dilaporkan hilang.
Belum diketahui secara pasti berapa banyak warga Nepal yang tinggal di wilayah terdampak yang masih belum diketahui keberadaannya.
2. China
Kementerian Luar Negeri China mengatakan hampir 100 warga negara China termasuk di antara orang-orang yang hilang di Nepal. Sementara itu, Dewan Pariwisata Nepal mencatat 24 warga China masih belum diketahui keberadaannya.
Jumlah tersebut berada di luar 558 orang, termasuk 260 warga asing, yang hilang di sisi perbatasan China.
3. India
Data terbaru Dewan Pariwisata Nepal pada Kamis menunjukkan 178 warga India masih hilang. Sebanyak 11 warga India lainnya telah diselamatkan.
4. Amerika Serikat
Sebanyak 90 warga negara Amerika Serikat (AS) masih hilang, menurut Departemen Luar Negeri AS. Pemerintah AS menambahkan bahwa tiga orang telah diselamatkan dan pihaknya tidak mengetahui adanya warga AS yang meninggal dunia.
Sebelumnya pada Kamis, Dewan Pariwisata Nepal mencatat 65 warga AS masih belum diketahui keberadaannya.
5. Ukraina
Kementerian Luar Negeri Ukraina pada Kamis malam mengatakan total 56 warga Ukraina tercatat sebagai pihak yang belum dapat dihubungi.
“Berdasarkan informasi terverifikasi yang tersedia, saat ini tidak ada warga Ukraina yang terluka atau meninggal akibat bencana tersebut,” kata kementerian tersebut.
6. Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pada Kamis bahwa lebih dari 50 warga Malaysia di Nepal tidak dapat dihubungi.


















































