Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar

17 hours ago 33

logo-apps-sindo

Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

Kanal

MNC Portal

Live TV

Radio Live

MNC Networks

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:34 WIB

Universitas Yarsi Dorong...

Pusat Pemberdayaan Desa Universitas Yarsi menggelar Program PKM di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Foto/istimewa

BANDUNG - Pusat Pemberdayaan Desa Universitas Yarsi Tahun Anggaran 2025/2026 kembali menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Dalam kegiatan kali ini, Universitas Yarsi menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Melalui program bertajuk "POC Limbah Perikanan Solusi Budidaya Berkelanjutan Poklahsar Naminasang Farm & Co. Mandalamekar", Universitas YARSI mendorong pemanfaatan limbah perikanan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas YARSI yang diketuai oleh Harry Budiantoro, bersama Herika Hayurani, dan Noviendri. Kegiatan ini juga melibatkan enam mahasiswa Universitas YARSI dari Program Studi Akuntansi, Manajemen, dan Teknologi Informasi yang berperan aktif dalam pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dokumentasi, monitoring, serta pemberdayaan masyarakat di Desa Mandalamekar.

Baca juga: FK YARSI Gelar Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Bandang Aceh Utara

Ketua Tim PKM Harry Budiantoro, menjelaskan limbah perikanan, khususnya bangkai ikan, selama ini masih banyak dibuang begitu saja sehingga menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan risiko pencemaran lingkungan, serta berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit. Padahal limbah tersebut memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi apabila diolah dengan teknologi yang tepat.

Melalui program ini, tim Universitas Yarsi memperkenalkan teknologi fermentasi sederhana yang mengubah limbah ikan menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Teknologi tersebut dipilih karena mudah diterapkan oleh kelompok pembudidaya ikan, tidak membutuhkan peralatan yang rumit, serta memiliki biaya produksi yang relatif rendah. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, POC yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada sektor pertanian maupun sistem pertanian dan perikanan terpadu.

“Tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tim PKM juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada mitra. Materi yang diberikan meliputi pemilahan bahan baku, proses fermentasi, pengendalian kualitas, penyimpanan produk, hingga pemanfaatan POC secara optimal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah perikanan secara berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

wa-channel

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

Infografis

10 Pesawat Militer Termahal...

10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |