Rudal CM-320 China untuk Iran Mampu Hancurkan Kapal Induk, AS Bisa Dipermalukan

3 hours ago 28

loading...

Rudal jelajah supersonik CM-302 China yang sedang dibeli Iran dilaporkan mampu menghancurkan kapal induk. Senjata ini berpotensi mempermalukan AS jika konflik pecah. Foto/Il Gazzettino

TEHERAN - Iran sedang dalam proses membeli rudal jelajah supersonik CM-302 dari China. Senjata ini dilaporkan mampu menghancurkan kapal induk Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan Reuters, para pejabat Teheran sedang dalam negosiasi lanjutan dengan Beijing untuk membeli senjata berbahaya tersebut.

Baca Juga: Iran Segera Beli Rudal Jelajah Anti-Kapal Supersonik dari China

Mengutip enam sumber, laporan itu mengatakan bahwa negosiasi yang dimulai dua tahun lalu tersebut dipercepat setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran Juni lalu.

Rudal CM-302 diyakini belum pernah digunakan dalam pertempuran.

Namun, menurut pabrikannya, China Aerospace Science and Industry Corporation, rudal-rudal tersebut dapat melaju hingga empat kali kecepatan suara, membawa seperempat ton bahan peledak, dan dapat melakukan manuver menghindar zig-zag pada fase akhir penerbangan untuk membingungkan pertahanan kapal.

Kelompok Serang Kapal Induk USS Abraham Lincoln saat ini ditempatkan di Laut Arab di selatan Iran, sementara Kelompok Serang Kapal Induk USS Gerald R Ford juga mendekati wilayah tersebut dan terlacak berada di sekitar Kreta pada hari Senin.

Rudal CM-302 China, yang juga dikenal sebagai senjata pembunuh kapal induk, dirancang khusus untuk menghancurkan kapal perang. Tidak diketahui berapa banyak rudal yang ingin dibeli Iran atau kapan rudal-rudal tersebut akan tiba dan beroperasi.

AS sedang mengumpulkan konsentrasi kekuatan laut dan udara terbesar di Timur Tengah sejak Perang Teluk kedua, sementara Presiden Donald Trump mengancam Teheran dalam upaya untuk memberlakukan pembatasan pada program nuklir dan rudal balistiknya.

Menurut laporan The Telegraph, Kamis (26/2/2026), kehilangan satu kapal saja akan menjadi penghinaan bersejarah bagi AS dan mungkin bencana politik bagi Trump.

Meskipun Gedung Putih tampaknya ingin memberi kesempatan pada negosiasi dengan Iran, AS juga diperkirakan menunda serangan militer untuk lebih meningkatkan pertahanan rudalnya di wilayah tersebut.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |