loading...
Amerika Serikat (AS) secara resmi menggalang koalisi enam negara untuk mendesak China agar melepaskan kendalinya atas dua pelabuhan strategis di kanal Terusan Panama. Foto/Dok Reuters
JAKARTA - Terusan Panama , urat nadi perdagangan global yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, kini menjadi arena konflik terbaru bagi dua kekuatan besar dunia. Amerika Serikat (AS) secara resmi menggalang koalisi enam negara untuk mendesak China agar melepaskan kendalinya atas dua pelabuhan strategis di kanal tersebut.
Langkah ini menandai eskalasi serius dalam upaya Washington mengusir pengaruh Beijing dari belahan bumi barat, memicu ketegangan diplomatik yang kian memanas.
Departemen Luar Negeri AS merilis pernyataan bersama dengan Bolivia, Kosta Rika, Guyana, Paraguay, dan Trinidad dan Tobago. Koalisi ini menyatakan dukungan penuh bagi Panama untuk bebas dari apa yang mereka sebut sebagai tekanan eksternal yang tidak semestinya.
Baca Juga: China Kelabakan saat Taipan Hong Kong Jual Pelabuhan Terusan Panama Rp368 T ke AS
"Setiap upaya untuk merusak kedaulatan Panama adalah ancaman bagi kita semua," bunyi pernyataan tegas tersebut seperti dilansir RT.
Strategi Keamanan Nasional AS memang mengamanatkan pencegahan terhadap kompetitor non-Barat untuk memiliki atau mengendalikan aset kunci di kawasan Panama. Ketegangan ini makin mencuat mengingat tahun lalu, Donald Trump sempat melontarkan klaim keras bahwa China mengoperasikan Terusan Panama dan mengancam akan mengambilnya kembali.
China Melawan Kampanye Hitam
Beijing tidak tinggal diam. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian mengecam keras manuver AS tersebut. Ia menyebut tuduhan Washington sebagai kampanye hitam yang tidak berdasar dan penuh kebohongan.


















































