Kisah Aysylla, Gadis 15 Tahun Asal Malang yang Kerjakan Ujian Kelulusan MTs di Madinah

1 hour ago 31

loading...

Aysylla Naila Sari (15), jemaah haji termuda asal Kabupaten Malang mengerjakan ujian kelulusan MTs dari Madinah. Foto/SindoNews

JAKARTA - Mengerjakan ujian akhir kelulusan sekolah dari jarak ribuan kilometer jelas bukan pengalaman biasa bagi seorang pelajar. Namun, pengecualian itu harus dijalani oleh Aysylla Naila Sari (15), jemaah haji termuda asal Kabupaten Malang yang memilih mengutamakan panggilan Allah ke Tanah Suci.

Gadis belia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB 16 ini harus rela membagi fokus spiritualnya demi menuntaskan ujian akhir dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang. Ia terpaksa mengikuti ujian secara daring dari kamar hotelnya di Madinah lantaran jadwal keberangkatannya pada 25 April berbenturan dengan kalender akademik.

Keberangkatan Aysylla pada musim haji 2026 ini merupakan buah manis dari visi besar sang ayah yang berprofesi sebagai nelayan. Ia telah didaftarkan untuk mendapatkan porsi haji sejak tahun 2012 silam ketika usianya baru menginjak 1 tahun 8 bulan.

Baca juga: Tiga Kloter Jemaah Haji Tiba di Jeddah, Petugas Sektor 3 Makkah Dipecah untuk Cegah Penumpukan

Jalan menuju Baitullah semakin terbuka lebar berkat adanya aturan baru Kementerian Haji dan Umrah RI yang menurunkan batas usia minimum keberangkatan menjadi 13 tahun. Ia pun lolos verifikasi dan berhak berangkat ke Tanah Suci mendampingi sang kakak tercinta.

Namun, perjalanan spiritual remajanya tidak sepenuhnya mulus karena pesawat rombongannya sempat tertahan di Bandara Kualanamu, Medan. Insiden penundaan penerbangan tersebut berimbas pada terpangkasnya masa tinggal mereka di Kota Madinah menjadi hanya satu pekan saja.

Lihat video: Gelombang Dua Mulai Berdatangan, Masjidil HAram Semakin Padat Jemaah Haji

Waktu yang sangat terbatas di Kota Nabi itu benar-benar dimaksimalkan oleh Aysylla untuk menaklukkan soal-soal ujian dari sekolahnya. Selama lima hari berturut-turut, ia berhasil merampungkan 12 mata pelajaran bermodalkan ponsel pintar.

"Jadi mengerjakan ujiannya di Madinah, ujiannya pakai HP, pakai aplikasi CBT," terang Aysylla saat menceritakan pengalamannya kepada Tim Media Center Haji (MCH), Jumat (8/5/2026).

Meski jadwalnya sangat padat, Aysylla tetap tidak kehilangan esensi ibadah selama berada di Madinah. Ia sukses mengamankan slot pendaftaran melalui aplikasi Nusuk untuk bisa bersujud dan memanjatkan doa langsung di Raudhah.

Setibanya di Kota Suci Makkah pada 4 Mei lalu, ia langsung menuntaskan rukun umrah wajibnya di Masjidil Haram. Sejak saat itu, rombongannya sepakat untuk mengerem intensitas kunjungan ke Ka'bah demi menjaga daya tahan tubuh.

Strategi menyimpan tenaga ini dinilai sangat krusial agar kondisi fisiknya tetap berada di titik puncak saat fase wukuf di Armuzna tiba. Melihat banyaknya jemaah lansia yang kepayahan, ia merasa sangat bersyukur bisa menunaikan ibadah fisik terberat ini di usia mudanya.

(cip)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |