PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang

6 hours ago 27

loading...

PLN EPI menerapkan pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah yang berakhir di TPA. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kerja. Bekerja sama dengan Waste4Change dan Eco Touch, PLN EPI secara konsisten menerapkan pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, PLN EPI berhasil mengelola 460 kg sampah terpilah, yang terdiri atas 69 kg sampah organik, 390,9 kg sampah anorganik, dan 226 kg sampah residu. Seluruh sampah yang telah dipilah kemudian dikelola sesuai karakteristiknya, mulai dari pengolahan menjadi kompos, didaur ulang menjadi bahan baku baru, hingga penanganan residu secara bertanggung jawab sehingga dapat meminimalkan beban TPA.

Baca Juga: Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030

Selain pengelolaan sampah harian, perusahaan juga menginisiasi pengumpulan pakaian layak pakai melalui kolaborasi dengan Eco Touch sebagai bagian dari upaya memperpanjang siklus hidup produk tekstil dan mengurangi limbah fesyen. Hingga Mei 2026, secara akumulatif PLN EPI berhasil mengumpulkan 182,95 kg pakaian bekas yang selanjutnya akan didaur ulang.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan, mengatakan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar aktivitas operasional, tetapi merupakan bagian dari budaya keberlanjutan yang terus dibangun perusahaan. "Keberlanjutan dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Melalui pemilahan sampah sejak dari sumber, Kami ingin membangun kesadaran seluruh insan PLN EPI bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi dampak lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan," ujar Mamit melalui keterangan pers, Jumat (26/6/2026).

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |