Petrokimia Gresik Bina 270 Petani Jatim Tingkatkan Hasil Panen Cabai

9 hours ago 31

loading...

Petrokimia Gresik mendorong peningkatan produktivitas cabai rawit di Jawa Timur. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Petrokimia Gresik mendorong peningkatan produktivitas cabai rawit di Jawa Timur melalui penerapan pemupukan berimbang, teknologi, dan praktik budidaya yang lebih terarah. Program tersebut diwujudkan melalui Pestani Rawit Groo Festival yang diikuti 270 petani dari Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, dan Probolinggo.

"Kami ingin mendorong petani cabai rawit di Jawa Timur untuk terus meningkatkan hasil panen melalui pemupukan berimbang, pemanfaatan teknologi, dan praktik budidaya yang tepat, sehingga hasil panen semakin baik dan usaha tani semakin menguntungkan," ujar Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo dalam keterangan pers, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Dorong Inovasi, Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp357 Miliar

Hal itu disampaikan dalam acara awarding Pestani Rawit Groo Festival di Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Adityo mengatakan penerapan paket budidaya melalui demonstration plot atau demplot memberikan hasil positif. Produksi cabai rawit dalam program tersebut mencapai 11,5 ton per hektare, meningkat sekitar 13-15% dibandingkan hasil panen sebelumnya yang mencapai 10 ton per hektare.

Menurut dia, Jawa Timur memiliki peran penting dalam produksi cabai rawit nasional. Sekitar 35% produksi cabai rawit nasional berasal dari Jawa Timur, dengan total produksi lebih dari 600 ribu ton sehingga peningkatan produktivitas diperlukan untuk menjaga pasokan cabai dan mendukung ketahanan pangan.

Dalam festival tersebut, penerapan budidaya dan hasil panen peserta turut dilombakan melalui kategori Groo Field Creation. Peserta menerapkan paket budidaya yang disiapkan Petrokimia Gresik sejak masa tanam hingga panen, dengan penilaian berdasarkan berat total 54 buah cabai rawit berbobot 80% dan dokumentasi budidaya sebesar 20%.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |