Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam

13 hours ago 29

loading...

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) angkat bicara merespons kabar mengenai eksodus massal fasilitas produksi pabrik otomotif asal Jepang dari Indonesia menuju Vietnam. Foto/Dok

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ) angkat bicara merespons kabar mengenai eksodus massal fasilitas produksi pabrik otomotif asal Jepang dari Indonesia menuju Vietnam . Kalangan dunia usaha menegaskan bahwa fenomena pergeseran investasi tersebut harus dilihat secara jernih sebagai bagian dari strategi efisiensi korporasi multinasional, bukan kepindahan operasional secara mendadak.

Isu mengenai relokasi atau eksodus pabrik otomotif raksasa asal Jepang dari Indonesia menuju Vietnam tengah memicu perbincangan hangat di kalangan pelaku usaha nasional.

"Banyaknya investasi yang beralih ke Vietnam itu bukan hari ini, maksudnya dari dulu memang juga kami selalu berkompetisi dan berdaya saing dengan Vietnam. Jadi sebenarnya kalau dikatakan hari ini pindah ke Vietnam itu tidak tepat," ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Shinta Widjaja Kamdani saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (7/7/2026).

"Jadi memang sekarang banyak terjadi konsolidasi daripada multinasional. Jadi mungkin yang tadinya punya pabrik ada lima, mungkin dikonsolidasikan menjadi dua atau tiga, seperti itu,"

Baca Juga: Bangun Pabrik di Vietnam, Chery Pastikan Tidak Mematikan Rencana Pabrik di Indonesia

Shinta menjelaskan bahwa proses perampingan jumlah pabrik operasional oleh korporasi global merupakan bagian dari efisiensi pasar yang lumrah terjadi. Kendati pola konsolidasi global tersebut tengah berlangsung, ia optimis Indonesia masih memiliki posisi tawar yang cukup kuat untuk mempertahankan basis produksi manufaktur otomotif yang sudah eksis di dalam negeri agar tidak hengkang sepenuhnya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |