Pemerintah Diminta Amankan Keselamatan 58 Ribu Jemaah Umrah Terdampak Perang AS-Israel Vs Iran

22 hours ago 24

loading...

Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret guna melindungi keselamatan 58 ribu jemaah umrah yang tertahan di berbagai bandara akibat eskalasi perang Amerika Serikat-Israel versus Iran. Foto: X/@QudsNen

JAKARTA - Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret guna melindungi keselamatan 58 ribu jemaah umrah yang tertahan di berbagai bandara akibat eskalasi perang Amerika Serikat-Israel versus Iran. Penutupan wilayah udara Timur Tengah pascaserangan tersebut telah menyebabkan penundaan penerbangan massal.

Hal ini menyebabkan jemaah dalam kondisi rentan tanpa kepastian logistik dan pemulangan. “Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, dan Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif untuk memetakan dan mendata jemaah terdampak. Caranya dengan menyediakan akomudasi darurat dan bantuan logistik,” ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP Abidin Fikri, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: 58 Ribu Jemaah Umrah RI Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Selly Gantina: Negara Wajib Pulangkan

Menurut dia, harus diupayakan kemungkinan pengalihan rute penerbangan alternatif dan skema evakuasi bertahap jika situasi perang mengalami eskalasi yang membahayakan WNI jemaah umrah di Arab Saudi.

Abidin menekankan bahwa perlindungan WNI adalah prioritas utama negara sebagaimana diamanatkan konstitusi. Pihaknya akan terus mengawal dan mengikuti secara seksama perkembangan perang yang berkecamuk di Timur Tengah serta secara ketat memastikan keselamatan jemaah umrah agar kembali aman ke Tanah Air.

“Pemerintah harus hadir penuh. Jangan biarkan jemaah terlantar sekaligus mengimbau jemaah dan pihak travel penyelenggara umrah tetap tenang mematuhi instruksi KBRI Kementerian Luar Negeri,” katanya.

(jon)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |