Pakar Militer Klaim AS dan Iran Tidak Menginginkan Perang Lagi, Ini 4 Alasannya

6 hours ago 33

loading...

AS dan Iran tidak menginginkan perang lagi. Foto/X

TEHERAN - Meskipun AS dan Iran kerap berbeda pendapat dalam dua pekan terakhir selama gencatan senjata, para pakar militer menyakini kedua negara itu sebenarnya tak ingin berperang lagi. Mereka sudah tahu kekuatan masing-masing. Apalagi, dampak perang sudah mengancam akan menjadi krisis ekonomi dunia.

Pakar Militer Klaim AS dan Iran Tidak Menginginkan Perang Lagi, Ini 4 Alasannya

1. Hanya Manuver Politik

AS, Iran, dan mediator mereka banyak melakukan manuver politik, tetapi tidak ingin konflik kembali berkobar, menurut Marco Vicenzino, direktur eksekutif Global Strategy Project.


2. Ingin Mengakhiri Ketidakstabilan

“Jauh di lubuk hati, yang mereka sepakati adalah tidak ada yang menginginkan kembalinya perang,” kata Vicenzino kepada Al Jazeera. “Namun tidak ada kepercayaan, dan itu menggarisbawahi dan menegaskan pentingnya pihak ketiga.”

“Mungkin tidak akan ada kembalinya konflik, tetapi akan ada keadaan ketidakstabilan yang terkendali secara berkelanjutan,” tambahnya.

3. Ingin Mengakhiri Konflik

Zeidon Alkinani, direktur pendiri Arab Perspectives Institute, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kehadiran Wakil Presiden AS JD Vance di Islamabad belum tentu menunjukkan bahwa kesepakatan akan ditandatangani.

Alkinani mengatakan para negosiator tingkat atas akan memutuskan apakah akan mengakhiri gencatan senjata atau memperpanjangnya, tetapi yang terpenting, mereka ingin menunjukkan kepada komunitas internasional dan mediator regional bahwa mereka sedang berupaya untuk mengakhiri konflik.

Analis tersebut menambahkan bahwa penolakan Iran untuk menghadiri pembicaraan tersebut sangat kontras dengan sikap defensifnya di awal perang. “Mereka sepenuhnya menyadari bahwa negosiasi ini bukan hanya untuk mengakhiri perang, tetapi juga untuk mempertahankan eksistensi politik mereka,” katanya.

4. Negosiasi Jalur Terpisah

Para pemimpin Pakistan telah meningkatkan komunikasi mereka dengan Iran dan AS, mengindikasikan bahwa pembicaraan di Islamabad kemungkinan akan segera berlangsung, kata mantan Duta Besar Pakistan untuk UEA, Jamil Khan, kepada Al Jazeera.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |