loading...
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyerahkan memori banding atas putusan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Memori banding tersebut diajukan tepat sepekan setelah permohonan banding didaftarkan, yakni pada Rabu (8/7/2026).
Berkas memori banding diserahkan langsung oleh kuasa hukum Nadiem, Zaid Mushafi, bersama tim penasihat hukum lainnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"Hari ini kita masukin memori banding atas putusan Pak Nadiem Makarim," ujar Zaid Mushafi kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat , Rabu (8/7/2026).

Kuasa hukum Nadiem Makarim, Zaid Mushafi. Foto/Jonathan Simanjuntak
Zaid menjelaskan, salah satu poin utama dalam memori banding adalah keberatan terhadap pertimbangan majelis hakim mengenai surat kuasa irrevocable yang diberikan Nadiem kepada Andre Sulistyo dan Kevin Brian Alwi untuk mengendalikan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB). Menurutnya, hakim keliru menafsirkan surat kuasa tersebut sebagai upaya menjadikan Nadiem pengendali terselubung perusahaan.
Baca Juga: Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
"Pemberian surat kuasa itulah justru jawaban dari penghindaran konflik kepentingan atau conflict of interest, tapi majelis hakim malah menilai bahwa surat kuasa itu hanyalah formalitas yang digunakan untuk melindungi adanya konflik kepentingan. Gitu loh, ini kan aneh," jelas Zaid.


















































