Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya

5 hours ago 33

loading...

Dua mesin, dua sekolah, satu misi: TMMIN mulai menanam bibit teknisi otomotif dari Lombok. Foto: TMMIN

LOMBOK - Dua unit mesin Toyota, satu bertipe 2TR berbahan bakar bensin dan satu lagi tipe 2GD bermesin diesel, berhenti di ruang praktik sekolah.

Bukan untuk dikendarai, melainkan untuk dibongkar pasang oleh siswa yang belajar cara kerja jantung mobil dari dalam.
Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyerahkan dua mesin tersebut ke SMKN 1 Jonggat di Lombok Tengah dan SMKN 2 Kuripan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, di SMKN 1 Jonggat pada 14 Juli 2026. SMKN 1 Jonggat menerima mesin bensin 2TR, sementara SMKN 2 Kuripan mendapat mesin diesel 2GD.

Bagian dari Program Vocational School Development

Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya

Donasi ini bukan kegiatan berdiri sendiri. Ia masuk dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) TMMIN di bidang pendidikan bernama Vocational School Development, yang sudah berjalan di 29 SMK binaan di Pulau Jawa.

Lombok menjadi wilayah baru yang disasar, memperluas jangkauan program yang sebelumnya terpusat di Jawa.

Filosofi yang dipegang perusahaan adalah "Make People Before Make Product". Logikanya sederhana: sebelum bicara produk, siapkan dulu manusianya.

Dalam konteks SMK, ini berarti menyelaraskan kurikulum sekolah dengan kebutuhan riil industri otomotif, bukan sekadar teori di atas kertas.

"Kami percaya bahwa masa depan industri Indonesia dibangun dari ruang-ruang belajar yang hari ini ditempati para siswa. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi di daerah masing-masing," kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |