loading...
Seto Mulyadi atau Kak Seto dalam Puncak Hari Lanjut Usia di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Foto/Niko Prayoga.
JAKARTA - Memasuki usia senja seringkali diidentikkan dengan penurunan produktivitas dan kebugaran. Namun, persepsi tersebut dipatahkan oleh tokoh perlindungan anak legendaris Indonesia, Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto .
Menjelang usianya yang ke-75 pada Agustus mendatang, ia justru mengaku masih memiliki energi layaknya pria berusia 57 tahun.
Meski sudah memasuki usia kepala tujuh, namun ia tetap terlihat bugar dan kuat untuk melakukan aktivitas yang cukup berat bagi lansia. Saat ditemui di Jakarta, Kak Seto membagikan rahasia bugarnya di usia tua yang dikemas dalam sebuah konsep sederhana dan mudah diingat, yaitu GEMBIRA.
Baca juga: Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Konsep tersebut bisa diingat dari kata kunci dalam setiap huruf pada kata Gembira. Pertama adalah huruf G yang memiliki kata kunci Gerak. Kak Seto mengatakan, dirinya selalu melakukan aktivitas bergerak demi kebugaran tubuh salah satunya adalah berlari sepanjang tiga kilometer di pagi hari dan dilakukan setiap hari.
“Apa itu G? G adalah gerak, jangan mager. Saya tiap pagi bukan jalan kaki lagi, lari 3 km. Jadi tiap pagi, jangan seminggu sekali, seminggu dua kali, tiap hari saya lari. Duduk pun saya juga batasi, kalau bisa berdiri ya berdiri,” kata Kak Seto saat diwawancarai, Sabtu (13/6/2026).
Selanjutnya, huruf E memiliki kata kunci Emosi Cerdas. Dimana menjaga kesehatan di usia tua bukan hanya soal fisik namun juga psikologis. Menjaga emosi bisa jadi satu cara untuk menjaga psikologis seseorang di usia tua. Menurutnya, mengelola emosi secara cerdas bisa menjaga detak jantung dalam kondisi normal.
















































