Ketika Pagar Menjadi Pesan: Apa yang Sedang Dikomunikasikan Kota kepada Kita?

6 hours ago 18

loading...

Imamul Masyhudi, Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara. Foto/Dok.Pribadi

Imamul Masyhudi
Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara

ADA yang berubah di wajah beberapa pusat perbelanjaan kita dalam beberapa pekan terakhir. Mal yang selama ini tampil terbuka, dengan trotoar, pintu masuk, dan ruang publik yang menyatu dengan bangunan, tiba-tiba dibatasi pagar besi yang tinggi. Di sejumlah mal di Surabaya, pagar itu bahkan mencapai sekitar 2,5 meter. Pemandangan serupa kemudian muncul di Jakarta.

Secara fisik, pagar dibuat untuk membatasi, melindungi, dan mengatur akses. Namun dalam komunikasi visual, sebuah benda tidak selalu berhenti pada fungsi fisiknya. Pagar juga berbicara. Pertanyaannya, apa yang sedang dikatakannya kepada kita?

Fenomena pagar di sejumlah mal Surabaya sempat ramai di media sosial. Muncul berbagai dugaan, mulai dari alasan keamanan hingga kekhawatiran terhadap kemungkinan kerusuhan dan penjarahan pada Agustus.

Pengelola memberikan penjelasan berbeda untuk setiap lokasi dan membantah bahwa pemasangan pagar secara umum berkaitan dengan krisis ekonomi atau persiapan menghadapi kerusuhan. Karena itu, tidak tepat jika seluruh pagar tersebut langsung dianggap sebagai tanda bahwa pengelola sedang berjaga-jaga kalau terjadi kerusuhan.

Namun, ada persoalan lain yang lebih menarik: pesan yang diterima masyarakat tidak selalu sama dengan apa yang maksud oleh pembuatnya.

Stuart Hall, melalui konsep encoding dan decoding, menjelaskan bahwa pesan yang dibuat komunikator tidak selalu diterima dengan makna yang sama oleh audiens. Pengelola mal mungkin melakukan encoding sederhana, yaitu pagar sebagai simbol keamanan, perlindungan pengunjung, dan pengaturan akses.

Tetapi masyarakat melihat pagar dalam konteks yang berbeda. Mereka membawa berita yang baru dibaca, percakapan di media sosial, pesan WhatsApp, pengalaman masa lalu, dan berbagai rumor tentang situasi Agustus. Karena itu, pagar yang sama dapat dibaca sebagai perlindungan, tetapi juga sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang sedang diantisipasi.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |