Indonesia Hendak Kerahkan 8.000 Tentara ke Gaza, Begini Respons Hamas

15 hours ago 23

loading...

Hamas sampaikan sikap atas rencana Indonesia mengerahkan ribuan tentara ke Jalur Gaza sebagai bagian dari ISF. Foto/SINDOnews/Arif Julianto

GAZA - Hamas telah merespons rencana Indonesia mengerahkan sekitar 8.000 tentara ke Jalur Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Pemimpin kelompok perlawanan Palestina tersebut, Osama Hamdan, menegaskan kembali penolakannya terhadap perwalian dari pihak mana pun.

Dia menekankan bahwa setiap pasukan internasional yang datang ke Jalur Gaza harus memiliki misi yang terbatas hanya pada perbatasan Jalur Gaza, untuk mencegah agresi Israel dan menghentikan pelanggaran gencatan senjata, tanpa mengganggu administrasi urusan internal Gaza.

Baca Juga: Media Israel: Indonesia Akan Jadi Negara Pertama yang Kerahkan Tentara ke Gaza

Pernyataan Hamdan disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan dalam program "Evening Show" Al Jazeera Mubasher mengenai pengumuman Indonesia tentang pengiriman beberapa ribu tentara sebagai bagian dari ISF ke Jalur Gaza.

Hamdan menjelaskan bahwa Hamas telah menghubungi pemerintah Indonesia secara langsung. "Kami menekankan bahwa pasukan internasional mana pun harus menjaga netralitas di perbatasan dan tidak mengambil posisi yang bertentangan dengan kehendak rakyat Palestina atau berfungsi sebagai pengganti pendudukan Israel," katanya.

"Saya mendengar pesan ini dengan jelas dari pihak Indonesia, yang menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam pelaksanaan agenda Israel apa pun di Jalur Gaza, dan bahwa misi mereka harus terbatas pada memisahkan warga Palestina dari pasukan pendudukan dan mencegah agresi tanpa mencampuri urusan penduduk," paparnya, yang dilansir Aljazeera.net, Kamis (12/2/2026)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |