loading...
Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Stakeholder Meeting 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Stakeholder Meeting 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pendidikan tinggi vokasi dengan kebutuhan birokrasi, dunia kerja, serta masyarakat, guna mewujudkan lulusan yang berintegritas dan berdampak nyata bagi pelayanan publik.
Mengusung tema “Bergerak Serentak: Berintegritas dan Berdampak”, Stakeholder Meeting 2026 menjadi forum penting untuk menyelaraskan arah pengembangan pendidikan vokasi agar semakin relevan dengan dinamika administrasi negara dan tata kelola pemerintahan modern.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, asosiasi profesi, hingga mitra strategis, di antaranya Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PANRB, KPK, BRIN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, APINDO, Bappenas, Perpusnas RI, Badan Keahlian DPR RI, PT SEVIMA, PT Kita Pasti Kerja, perwakilan Pemkot/Pemkab Bogor, alumni ASN, serta undangan lainnya.
Baca juga: Penting, Begini Cara Cek Desil DTKS untuk Daftar KIP Kuliah 2026
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan berdiskusi mengenai penguatan kurikulum berbasis kebutuhan birokrasi modern, peningkatan kompetensi praktis mahasiswa, serta pengembangan kerja sama strategis dalam bentuk program magang, penelitian terapan, dan penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Stakeholder Meeting 2026 secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN, mewakili Kepala Lembaga Administrasi Negara Erna Irawati. Dalam sambutannya, Deputi menegaskan bahwa perubahan zaman menuntut perguruan tinggi vokasi untuk terus beradaptasi dan berinovasi.


















































