Hidayah Hijrah, Anugerah Terindah dari Allah yang Tak Ternilai

20 hours ago 30

loading...

Hidayah untuk berhijrah dan meninggalkan kebiasaan buruk merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah Subhanahu wa Taala kepada seorang Muslim, karena tidak semua orang bisa mendapatkannya. Foto ilustrasi/Sindonews

Hidayah untuk berhijrah dan meninggalkan kebiasaan buruk merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada seorang Muslim. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk merasakan nikmatnya kembali kepada Allah dan menikmati indahnya ketaatan.

Ketika seseorang mulai mampu menjaga salat, berpuasa, menuntut ilmu agama, meninggalkan maksiat, hingga berusaha istiqamah dalam kebaikan, semua itu sejatinya tidak lepas dari hidayah dan pertolongan Allah.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai sekalian hamba-Ku, kalian semua berada dalam kesesatan kecuali yang Kuberi petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya akan Kuberi petunjuk." (HR Muslim).

Hadis tersebut mengingatkan bahwa manusia tidak boleh merasa bahwa ketaatan yang dijalankannya semata-mata hasil kemampuan diri sendiri.

Hidayah Adalah Nikmat Terbesar

Jika ditanya tentang anugerah Allah yang paling indah, maka hidayah merupakan salah satu jawaban yang utama.

Seseorang dapat melaksanakan salat tepat waktu karena hidayah Allah. Ia mampu berpuasa, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, meninggalkan kemaksiatan, dan berusaha memperbaiki diri juga karena pertolongan-Nya. Bahkan, manisnya iman dan ketenangan dalam menjalankan ajaran Islam merupakan nikmat yang tidak dapat dibeli dengan materi.

Baca juga: Keutamaan Hijrah di Jalan Allah, Tinggalkan Lingkungan Penuh Maksiat dan Raih Pahala Besar

Karena itu, seorang Muslim diperintahkan untuk senantiasa memohon hidayah kepada Allah. Sebab, hanya Allah yang mampu membuka hati, menundukkannya kepada kebenaran, serta memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah.

Hidayah Bukan Semata-Mata Hasil Usaha Manusia

Besarnya kedudukan hidayah juga dapat dilihat dari peringatan Allah kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Imam As-Suyuthi rahimahullah dalam Lubab At-Ta'qul fi Asbabi An-Nuzul menukil riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu mengenai sebab turunnya QS Al-Isra ayat 73-74.

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Umayyah bin Khalaf, Abu Jahl, dan sejumlah tokoh Quraisy mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Mereka mengajak Nabi mengikuti apa yang mereka kehendaki dengan iming-iming akan masuk Islam.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |