Rupiah Terkapar ke Rp17.813 per USD, BI: Masih Sejalan dengan Pergerakan Mata Uang Kawasan

13 hours ago 32

loading...

Bank Indonesia (BI) terus mengambil langkah proaktif di pasar keuangan untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai kondisi fundamentalnya. Foto/Dok

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mengambil langkah proaktif di pasar keuangan untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai kondisi fundamentalnya. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, bahwa dinamika pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh faktor eksternal serta kebutuhan valuta asing domestik.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya, melalui pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market, serta memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar dan kecukupan likuiditas melalui transaksi underlying untuk swap lindung nilai dengan perolehan insentif," ujar Erwin dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa tekanan terhadap Rupiah tidak terlepas dari ketidakpastian global, khususnya akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menahan harga minyak dunia tetap tinggi di atas level USD100 per barel. Baca Juga: Rupiah Melemah 0,83% dalam Sepekan, Pasar Menanti RDG BI Pekan Depan

Kondisi tersebut memicu peningkatan risiko inflasi global sekaligus memberi tekanan bagi outlook fiskal. Selain faktor global, nilai tukar turut terdorong oleh pemenuhan kebutuhan valas para importir dan arus keluar dana (outflow) dari portofolio aset domestik.

Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di pasar dalam menjaga kelancaran mekanisme pasar. Strategi intervensi dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan mencakup berbagai instrumen pasar moneter, baik offshore maupun onshore.

"Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," jelasnya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |