loading...
Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan pipa minyak kedua sebagai jalur alternatif ekspor energi di luar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Teluk, FOTO/Oil & Gas Middle East
ABU DHABI - Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan pipa minyak kedua sebagai jalur alternatif ekspor energi di luar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Teluk. Proyek strategis tersebut ditargetkan mulai beroperasi di 2027 dan diperkirakan mampu menggandakan kapasitas ekspor minyak UEA.
"Perusahaan minyak negara diminta mempercepat proyek strategis ini agar pipa baru dapat mulai mengalirkan minyak menuju pelabuhan Fujairah pada 2027," demikian arahan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan sebagaimana dilaporkan The Telegraph, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Urals Rusia Cetak Rekor Tertinggi sejak 2023
Pemerintah UEA menyebut proyek yang sebelumnya tidak dipublikasikan itu menjadi respons atas krisis berkepanjangan di Selat Hormuz yang kini memasuki pekan ke-11. Jalur pelayaran strategis tersebut sebelumnya dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair dunia sebelum konflik Iran memicu gangguan distribusi energi global.
Pipa baru itu akan melengkapi jalur Habshan–Fujairah yang saat ini memiliki kapasitas hingga 1,8 juta barel per hari (bph) menuju pelabuhan Fujairah di Teluk Oman. Dengan tambahan infrastruktur tersebut, kapasitas ekspor minyak UEA diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 3,6 juta bph.
Selama konflik berlangsung, jalur pipa Habshan–Fujairah menjadi andalan UEA untuk menjaga kelancaran ekspor minyak setelah Iran memblokir kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.


















































