Dua Kapal China Nekat Tembus Selat Hormuz, Ternyata Gunakan Taktik Ini

11 hours ago 31

loading...

Dua kapal kontainer COSCO China menembus Selat Hormuz dalam formasi rapat, menjadi kapal kontainer non-Iran pertama yang keluar dari Teluk Persia sejak perang meletus 28 Februari 2026. Foto: Reuters

SELAT HORMUZ - Dua kapal kontainer milik raksasa pelayaran China, COSCO, berhasil menembus Selat Hormuz pada Senin, 30 Maret 2026 — setelah percobaan pertama mereka pada Jumat sebelumnya gagal dan terpaksa berbalik arah.

Keberhasilan dua kapal itu adalah yang pertama dicatat sejak perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran meletus pada 28 February 2026 — menutup secara efektif salah satu jalur maritim tersibuk dan terpenting di muka bumi.

Data platform pemantau kapal MarineTraffic, yang dimiliki perusahaan analitik Kpler, merekam kedua kapal itu berlayar dalam formasi rapat keluar dari selat menuju perairan terbuka. "Kedua kapal berhasil menyeberang pada percobaan kedua hari ini, menandai kapal kontainer pertama yang meninggalkan Teluk Persia sejak konflik dimulai, di luar kapal berbendera Iran," kata Rebecca Gerdes, analis data Kpler. "Saat ini keduanya melaju dengan kecepatan tinggi menuju Teluk Oman."

Selat Hormuz adalah urat nadi ekonomi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur selebar 33–90 kilometer ini setiap harinya.

Sejak perang berkecamuk, ratusan kapal dari berbagai negara — dengan lebih dari 20.000 pelaut di dalamnya — terjebak di dalam Teluk Persia. Ekspor energi berskala raksasa, termasuk minyak mentah Arab Saudi dan gas alam cair (LNG) dari Qatar, praktis terhenti total.

Iran, yang melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Teluk dan mengancam akan terus melakukannya, menjadi momok yang membuat perusahaan pelayaran enggan mengambil risiko. Ancaman itu nyata: ranjau terapung, rudal, dan serangan drone siap menyambut siapa saja yang berani melintas tanpa izin Teheran.

COSCO sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada klien tertanggal 25 Maret 2026, menyatakan pihaknya melanjutkan pemesanan kargo umum untuk pengiriman dari Asia ke kawasan Teluk, mencakup Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Irak.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |