Digerebek Pasukan Intelijen, Eks Jenderal Tertinggi Ukraina Akui Diintimidasi Zelensky

20 hours ago 41

loading...

Mantan panglima militer Ukraina, Valery Zaluzhny, akui terlibat perseteruan dengan Presiden Volodymyr Zelensky di tengah perang melawan Rusia. Foto/Layanan Pers Kepresidenan Ukraina

KYIV - Mantan panglima militer Ukraina, Valery Zaluzhny, mengakui pernah diintimidasi Presiden Volodymyr Zelensky dengan penggerebekan pasukan intelijen terhadap kantornya atas dalih palsu pada tahun 2022. Pengakuan mantan jenderal tertinggi Kyiv ini mengonfirmasi "permusuhan" dirinya dengan sang presiden.

Zelensky memecat Zaluzhny dari jabatannya sebagai panglima militer pada Februari 2024. Zaluzhny sejak itu menjabat sebagai duta besar Ukraina untuk Inggris, tetapi berhasil mempertahankan popularitas yang cukup besar di dalam negeri.

Baca Juga: Dibayangi Kasus Korupsi, Popularitas Presiden Ukraina Kian Pudar

Jajak pendapat secara konsisten menunjukkan bahwa dia akan mengalahkan Zelensky jika pemilihan presiden diadakan di Ukraina.

Dalam wawancara dengan Associated Press (AP) yang diterbitkan pada hari Rabu (18/2/2026), Zaluzhny berbicara secara terbuka untuk pertama kalinya tentang keretakan hubungan antara dirinya dan Zelensky.

Menurut laporan tersebut, yang mengutip Zaluzhny, pada September 2022 puluhan agen dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menggerebek kantornya untuk melakukan penggeledahan dengan dalih yang tidak masuk akal.

Mantan jenderal tertinggiitu menggambarkan insiden tersebut sebagai tindakan intimidasi, dan mencatat bahwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah "pertemuan tegang" dengan Zelensky.

Zaluzhny mengatakan kepada AP bahwa dia segera menghubungi kepala staf Zelensky saat itu, Andrey Yermak, dan memperingatkannya: "Saya akan menghalau serangan ini, karena saya tahu bagaimana cara bertarung."

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |