Bos BI Akui Rupiah Harusnya Tak Selemah Ini, Apa Penyebabnya?

8 hours ago 27

loading...

Bank Indonesia (BI) membenarkan bahwa posisi nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai wajar. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membenarkan bahwa posisi nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai wajar atau undervalued, meskipun secara fundamental ekonomi masih kuat. Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini bahwa kesenjangan antara kondisi riil dan pergerakan teknikal di pasar keuangan yang dipicu sentimen global menjadi penyebab utama pelemahan tersebut.

"Kalau kita lihat pergerakan nilai tukar ada dua faktor yang utama yang berpengaruh ya itulah faktor fundamental yaitu indikator inflasi, pertumbuhan ekonomi, imbal hasil maupun juga indikator-indikator lain yang semuanya menunjukkan berbagai faktor-faktor fundamental itu menunjukkan rupiah mestinya akan lebih stabil dan cenderung menguat," ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Tampil Perdana di Rapat Gubernur BI, Thomas Djiwandono Bicara Ini

Rupiah sempat menyentuh level Rp16.880 per dolar AS pada 18 Februari 2026 atau melemah 0,56% dibandingkan akhir Januari 2026. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta meningkatnya permintaan valas dari korporasi domestik seiring dengan naiknya aktivitas ekonomi.

Perry menjelaskan faktor teknikal dan premi risiko global menjadi pemicu tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar. Namun demikian, BI optimistis tren ini akan berbalik arah seiring dengan menguatnya fundamental ekonomi domestik yang tetap terjaga.

"Pertanyaannya tentu saja faktor-faktor teknikal, faktor-faktor premi risiko yang khususnya terjadi di global memang kelihatan faktor-faktor ini yang memang menimbulkan tekanan-tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar. Dengan keyakinan ke depan nilai tukarnya akan stabil dan cenderung menguat mengarah kepada fundamental," jelas Perry.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |