loading...
Bareskrim Polri mengejar dalang (aktor intelektual) yang memberikan modal bagi 72 tersangka pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan hingga Sumatera. Foto/BNPB
JAKARTA - Bareskrim Polri mengejar dalang atau aktor intelektual yang memberikan modal bagi 72 tersangka pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah, mulai Kalimantan hingga Sumatera. Salah satunya dengan menelusuri transaksi keuangan para pelaku.
"Transaksi keuangan sedang pendalaman, apakah mereka ada yang menyuruh, ada yang membiayai, tentunya alat-alat pembayaran mereka, transaksi rekening, sedang kami upayakan untuk kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Baca juga: Terungkap! Ini Alasan 72 Tersangka Karhutla Nekat Bakar Hutan dan Lahan
"Tidak berhenti pada aktor lapangannya, tetapi kepentingan dari kegiatan pembakaran itu untuk apa, untuk siapa, itu pasti kami kejar sampai tuntas," ungkap Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mohammad Irhamni, Minggu (23/8/2026).
Menurut Irhamni, polisi terus melakukan investigasi melalui penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan pembakaran hutan dan lahan berdasarkan alat bukti, olah TKP, keterangan saksi, hingga keterangan tersangka. Bahkan, bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri transaksi keuangan para pelaku mengingat para pelaku tidak mungkin melakukan pembakaran secara cuma-cuma.
Terlebih, ungkapnya, para pelaku itu umumnya berprofesi serabutan hingga petani. Melalui transaksi keuangan para pelaku itu juga, polisi bakal mendalami ada tidaknya keterkaitan antara satu pelaku dengan pelaku lainnya dalam kasus pembakaran hutan dan lahan.


















































