loading...
Anggota DPRD DKI Jakarta Ramly Muhammad meminta DPMPTSP DKI Jakarta dibenahi. Foto/SindoNews
JAKARTA - Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta mendapat sorotan. DPRD DKI Jakarta meminta pelayanan publik tersebut perlu segera dibenahi secara menyeluruh.
Anggota DPRD DKI Jakarta Ramly Muhammad mengungkap adanya dugaan matahari kembar di tubuh PTSP yang memicu ketidakharmonisan dalam lingkungan kerja. Temuan tersebut telah disampaikan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam forum Rapat Paripurna sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif.
Menurut Ramly, persoalan bermula dari keberadaan pejabat Wakil Kepala DPMPTSP yang berasal dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata). Pejabat tersebut diduga membawa sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dari instansi asalnya ke lingkungan PTSP, sehingga memicu perpindahan gerbong pegawai.
Baca juga: Sistem Pelayanan Satu Pintu DKI Jakarta Bakal Diterapkan di Kerajaan Kamboja
Kondisi ini dinilai menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif. Bahkan, muncul rasa saling curiga di antara pegawai yang berpotensi mengganggu kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Ramly menegaskan, jika terdapat pegawai dengan kinerja yang tidak optimal, seharusnya dilakukan evaluasi secara objektif, bukan melalui praktik yang berpotensi memperkeruh suasana internal.
Ramly memperingatkan situasi tersebut dapat memicu dualisme kepemimpinan di dalam organisasi. Tarik-menarik kewenangan antara pimpinan dan wakil pimpinan dikhawatirkan akan berdampak langsung pada efektivitas pelayanan. “Tidak sesuai dengan program, ganti. Yang penting pelayanan masyarakat diutamakan,” ujar Ramly, Rabu (1/4/2026).
Lihat video: DPRD DKI Sidak Flyover Latumenten Picu Macet Parah di Grogol
Ramly menekankan fokus utama birokrasi harus tetap pada peningkatan kualitas layanan. Ramly mendorong agar sistem kerja PTSP mengadopsi standar profesional sektor swasta yang lebih cepat dan responsif, seperti yang diterapkan oleh Bank Central Asia.


















































