321 WNA Pelaku Judi Online Ditangkap, Polri Dinilai Tegakkan Kedaulatan Digital

6 hours ago 30

loading...

Polisi menangkap 321 Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat dalam operasi perjudian online bersifat lintas negara. Jaringan tersebut telah beroperasi secara sistematis dan terorganisir. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA - Polisi menangkap 321 Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat dalam operasi perjudian online bersifat lintas negara. Jaringan tersebut telah beroperasi secara sistematis dan terorganisir menargetkan warga Indonesia sebagai korban utama dengan memanfaatkan celah regulasi dan infrastruktur digital.

Operasi tersebut dinilai bukan sekadar penangkapan biasa. Ini adalah hasil dari intelijen yang matang, koordinasi lintas lembaga, dan kerja keras aparat yang berorientasi pada perlindungan rakyat. Adapun perjudian online lintas negara telah menjadi salah satu ancaman nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Penggerebekan Judi Online di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap

Dana yang mengalir dari kantong rakyat Indonesia ke luar negeri melalui platform ilegal ini mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan. Selain itu, dampak sosial berupa ketergantungan, kehancuran rumah tangga, hingga kriminalitas turunan turut dirasakan oleh masyarakat lapis bawah yang paling rentan.

Keberhasilan Polri menghentikan jaringan ini dianggap sebagai langkah konkret dalam memutus rantai kerugian yang telah berlangsung lama. "Langkah Polri ini adalah bentuk konkret dari kecerdasan Konsep Presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, sebuah keberpihakan yang nyata kepada rakyat, terutama bagi mereka yang selama ini menjadi korban," ujar Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI) Fernando Emas, Jumat (15/5/2026).

Dia memberikan respons positif dan apresiasi tinggi atas kinerja Polri dalam operasi besar ini. Penangkapan 321 WNA bukan sekadar capaian statistik melainkan cerminan dari implementasi nyata sebuah konsep policing modern yang berpihak kepada rakyat.

Korban utama perjudian online adalah kalangan masyarakat menengah ke bawah yang tergiur oleh janji keuntungan instan. Mereka kehilangan tabungan, terjerat utang, dan dalam banyak kasus, kehilangan keluarga.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |