Tsunami 1,61 Meter Terjang Pesisir Reo Manggarai Usai Gempa NTT M7,7

6 hours ago 23

loading...

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan gelombang tsunami setinggi 1,61 meter menerjang Reo, Manggarai setelah gempa tektonik dangkal magnitudo 7,7 mengguncang NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto/Binti Mufarida

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gelombang tsunami setinggi 1,61 meter menerjang Reo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tsunami terjadi setelah gempa bumi tektonik dangkal magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026).

Gelombang tsunami juga terpantau di sejumlah wilayah pesisir lainnya. Berdasarkan jaringan observasi muka air laut (tide gauge), gelombang tsunami di Maurole, Ende, tercatat setinggi 0,94 meter. Sementara itu, gelombang di Bulukumba dan Sape Bima tercatat melampaui 0,5 meter.

Baca juga: Update Korban Gempa NTT M7,7: 2.000 Warga Mengungsi, 38 Orang Tewas

“Kemudian ketika kita mensimulasikan dengan gelombang tsunami tadi, juga diverifikasi dengan observasi muka laut yang terpasang di beberapa ratus titik di seluruh Indonesia. Ini beberapa tempat yang warna orange ini adalah yang ketinggian tsunaminya lebih dari setengah meter. Terutama adalah yang pertama yang mencapai 1,6 meter di Kota Manggarai Timur dan 1,61 meter di Reo, Manggarai, NTT. Selebihnya yang tertinggi juga 0,94 meter di Maurole, Ende,” ungkap Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat Konferensi Pers, Sabtu (15/8/2026).

Faisal menjelaskan bahwa BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami hanya dalam waktu 2 menit 16 detik setelah gempa utama terjadi. Peringatan dini kemudian dimutakhirkan sekitar 10 menit setelahnya setelah parameter gempa stabil dan diperoleh secara lebih presisi.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |