loading...
Pengamat Politik Ray Rangkuti mengatakan, aparat dalam bertugas menangani demonstran saat unjuk rasa harus menerapkan nilai-nilai terkait hak asasi manusia. Foto/Ist
JAKARTA - Pengamat Politik Ray Rangkuti mengatakan bahwa bukan hanya aturan yang perlu ditegakkan saat aparat menangani para demonstran, tapi juga nilai-nilai terkait yang harus dipahami dan dipraktikkan oleh petugas. Hal tersebut dinilai perlu guna mencegah terjadinya kembali korban jiwa dalam aksi unjuk rasa.
"Sebetulnya kan ada SOP (Standar Operasional Prosedur). Kita kalau sudah urusan hukum, aturan itu banyak sekali, kenapa tidak terlalu membekas dalam praktiknya. Karena aturan itu hanya menjadi sebatas aturan, kalau bisa dilampaui, dilampaui," ujar Ray kepada wartawan di sela 'Diskusi Publik September Hitam' bertajuk "Kuasa dan Kekerasan: Menyingkap Impunitas, Penuhi Hak Warga", yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat, Menteng, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Baca juga: Prabowo Ungkap Dugaan Aktor di Balik Aksi Anarkis, Ada Koruptor-Mafia Narkoba
Menurut Ray, seringkali aturan dilanggar oleh aparat, ketika menangani para pengunjuk rasa. Karena itu, nilai-nilai seperti pemahaman dan implementasi akan hak asasi manusia (HAM), harus benar-benar diresapi serta dijalankan oleh para petugas tersebut. Ini guna mencegah terjadinya korban jiwa dalam unjuk rasa.
"Oleh karena itu kita harus bicara yang di atas aturan, nilai, visi. Jadi kalau kita menanamkan nilai-nilai hak asasi manusia macam-macam ya para penegak hukum (menjadi) tidak ringan tangan dan tidak akan sembrono juga untuk menangkap orang tanpa kejelasan hukum, status hukum, bukti dan sebagainya," jelasnya.

















































