loading...
Presiden Prabowo Subianto. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan arsitektur awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 dengan postur fiskal yang dirancang lebih sehat dan disiplin. Dalam Sidang Paripurna DPR RI, Kepala Negara mendesain kebijakan fiskal dengan memangkas target angka defisit anggaran ke kisaran 1,80% hingga maksimal 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027 defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya di hadapan Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5).
Baca Juga: Prabowo Pidato di DPR Hari Ini, Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal
Presiden menegaskan bahwa perbaikan tata kelola serta penyehatan struktur anggaran ini merupakan instrumen krusial demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional secara jangka panjang. Bagi Kepala Negara, APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan wujud nyata dari alat perjuangan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang berdaulat.
Rancangan defisit dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 ini terhitung sangat konservatif sekaligus progresif jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Angka target tersebut jauh lebih rendah daripada target defisit yang tertuang dalam UU APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68% dari PDB.
Baca Juga: Disambut Puan Maharani, Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR


















































