Pertumbuhan Tahun Depan Dipatok 6%, Ekonom Wanti-wanti Daya Ungkit Ekonomi Lemah

11 hours ago 35

loading...

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang baru saja disampaikan Presiden Prabowo Subianto memuat asumsi-asumsi makro dinilai terlampau optimistis. Foto/Dok

JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN 2027 yang baru saja disampaikan Presiden Prabowo Subianto memuat asumsi- asumsi makro dinilai terlampau optimistis. Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menegaskan, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% serta batas inflasi sebesar 2,5% plus minus 1 persen dinilai terdengar tidak realistis.

Alasannya himpitan gejolak global dan pertumbuhan domestik yang dianggap rapuh. Huda menguraikan soal parameternya, pertama di kancah internasional, perekonomian global tengah dibayangi oleh ketidakpastian tinggi akibat meluasnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang berisiko mengoreksi jalur perdagangan dunia.

Berbagai lembaga keuangan internasional pun memproyeksikan laju pertumbuhan global akan melambat, di mana Bank Dunia memperkirakan angka 2,8%, OECD di level 3,1%, dan IMF mematok 3,4%, sejalan dengan menyusutnya kinerja ekonomi negara-negara jangkar seperti China dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Target Pertumbuhan 6% dengan Defisit Mengecil, RAPBN 2027 Uji Produktivitas dan Kualitas Eksekusi

"Target pertumbuhan ekonomi 6 persen saya nilai terlalu optimis di tengah kondisi ekonomi global dan nasional seperti saat ini, di mana pertumbuhan ekonomi global melemah dan bank sentral seperti US serta Jepang sudah memulai rezim kenaikan suku bunga acuan," ujar Huda dalam keterangan tertulisnya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |