Imigrasi Soekarno-Hatta Telah Layani 30 Ribu Jemaah Haji

19 hours ago 33

loading...

Jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (17/5/2026). Foto/Ari Sandita

TANGERANG - Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Galih P Kartika Perdhana menyebut terjadwal ada sebanyak 35 ribu lebih jemaah haji Indonesia yang bakal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini melalui Bandara Soekarno Hatta . Tercatat, sudah 30 ribu jemaah yang dilakukan pemeriksaan dan verifikasi di bandara ini.

"Saat ini kita ada di fasilitas Makkah Route, yang mana dari tadi proses keberangkatan di embarkasi untuk jemaah haji telah dilakukan clearance keimigrasian sehingga yang seharusnya clearance keimigrasian dari Arab Saudi dilakukan di negara Arab Saudi, saat ini dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, kita terjadwalkan menyelesaikan 35.285 dan saat ini baru 30.000 something yang telah dilakukan clearance-nya," ujar Galih kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Menurut Galih, dilakukannya proses clearance atau pemeriksaan dan verifikasi di Bandara Soetta untuk memastikan negara, khususnya Imigrasi, hadir membantu memudahkan jemaah dalam pelaksanaan haji. Lalu, memberikan efisiensi proses sehingga jemaah haji tidak lagi disibukkan dengan clearance saat tiba di Arab Saudi.

Baca Juga: Begini Proses Pemeriksaan Keimigrasian Jemaah Haji di Bandara Soekarno-Hatta

"Saat ini ada 10 counter Makkah Route dan ada di empat bandara, yakni di Bandara Adi Soemarmo Solo, Surabaya Juanda, dan Hasanuddin Makassar, serta tambahan baru ada di Makassar," tuturnya.

Dia menerangkan, terdapat 10 booth layanan Makkah Route. Di situ, petugas Imigrasi Indonesia bekerja sama dengan petugas Imigrasi Arab Saudi dalam proses clearance jemaah haji Indonesia di Bandara Soetta. Di Bandara Soetta, ada sebanyak 120 petugas Imigrasi yang bekerja secara sif, tugasnya membuka segel saat jemaah tiba di bandara dari bus, membantu asistensi, hingga melakukan pendampingan menjelang proses Makkah Route.

Imigrasi Soekarno-Hatta Telah Layani 30 Ribu Jemaah Haji

"Karena once sudah di-clearance di belakang itu, itu sudah masuk by law, de jure, sudah masuk wilayah Arab Saudi karena sudah clearance," katanya.

Galih menambahkan, layanan Makkah Route itu diterapkan untuk mengantisipasi antrean saat jemaah tiba di Arab Saudi yang bisa membuat jemaah menumpuk di satu titik. Hal itu akan membuat jemaah semakin kelelahan dan tak bisa fokus melaksanakan ibadah haji saat baru tiba.

"Jumlah jemaah haji Indonesia kan besar sekali, ketika mungkin kita bisa bayangkan seluruh negara ketika mungkin belum di-clearance di negara asal, khususon yang jumlahnya besar, itu semuanya akan berkumpul ke satu titik ataupun dua titik, jadi akan sangat chaotic. Maka dari itu clearance di negara asal ini akan sangat membantu," katanya.

(zik)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |