loading...
MUI meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi seluruh petunjuk keselamatan dari pihak berwenang dalam menghadapi erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Foto/SindoNews
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi seluruh petunjuk keselamatan dari pihak berwenang dalam menghadapi erupsi Gunung Api Anak Krakatau . Masyarakat juga diimbau untuk membantu warga terdampak.
Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan bencana alam seperti gunung meletus merupakan bagian dari fenomena alam yang berada di luar kendali langsung manusia. Untuk itu, Ni’am menilai kepatuhan terhadap mitigasi menjadi langkah utama dalam meminimalkan risiko korban jiwa.
“Terhadap bencana yang tidak bisa kita pilih ini, langkah yang harus kita ambil adalah respons yang tepat melalui pendekatan wiqa'i atau preventif, memanfaatkan ilmu pengetahuan serta sistem peringatan dini (early warning system)," ujar Ni’am, Senin (7/9/2026).
Baca juga: Letusan Krakatau 1883 Picu Tsunami Setinggi 40 Meter, Dunia Gelap selama 2,5 Hari
Secara teologis, kata Ni'am, erupsi gunung berapi masuk dalam kategori bencana ibtidaiyah atau ghairu muktasab, yakni kejadian murni yang tidak muncul akibat ulah manusia. Namun, ia berkata, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak bersikap pasrah tanpa ikhtiar.
Ni’am meminta, masyarakat khususnya yang berada di sekitar kawasan rawan bencana, untuk terus memantau penanda ilmu pengetahuan dan informasi resmi dari lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun Pos Pengamatan Gunung Api.
"Dengan penanda ilmu astronomi, informasi dari BMKG, dan early warning system, kita perlu berhati-hati. Kita harus paham mekanisme keselamatan dan pengamanan dininya jika terjadi semburan atau erupsi," katanya.


















































