Gara-gara Senjata Murahan Iran, Negara Teluk Siap Borong Drone Paket Hemat

8 hours ago 32

loading...

Negara Teluk Siap Borong Drone Paket Hemat. Foto/Viet

TEHERAN - Sejak awal perang antara AS dan Israel dengan Iran, Iran secara konsisten mengerahkan drone produksi massal dan murah, termasuk seri Shahed – yang juga telah digunakan dalam konflik di Ukraina.

Negara-negara Teluk dan pasukan AS terutama menggunakan sistem pertahanan udara yang mahal untuk pencegahan. Sebuah rudal pencegat Patriot dapat berharga sekitar USD4 juta per unit, sementara sebuah UAV Shahed diperkirakan hanya berharga sekitar USD20.000. Perbedaan yang sangat besar ini menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan strategi pertahanan saat ini.

Toru Tokushige, CEO Terra Drone, sebuah perusahaan Jepang, mengatakan bahwa permintaan dari Timur Tengah telah melonjak sejak konflik meningkat. Ia percaya bahwa menggunakan sistem mahal untuk melawan senjata yang lebih murah "tidak lagi layaksecara ekonomi" dan memaksa negara-negara untuk mempertimbangkan kembali.

Solusi yang diusulkan adalah UAV pencegat Terra A1, yang dikembangkan bersama oleh Terra Drone dan perusahaan Ukraina Amazing Drones. Perangkat ini, dengan harga sekitar USD2.500, dirancang untuk secara langsung melawan serangan drone Shahed.

Berdasarkan perjanjian kerja sama, Terra Drone akan bertanggung jawab memasarkan produk tersebut secara internasional, sekaligus menyediakan modal dan dukungan teknologi manufaktur. Namun, Terra A1 belum diuji dalam kondisi pertempuran dan diharapkan akan dikirimkan ke tentara Ukraina dalam beberapa bulan mendatang untuk evaluasi di dunia nyata.

Pada minggu pertama konflik, Iran meluncurkan lebih dari 1.000 drone dan diyakini mampu memproduksi hingga 10.000 per bulan, sehingga meningkatkan tekanan pada sistem pertahanan udara tradisional.

Terra Drone menyatakan telah membangun kehadiran di Arab Saudi melalui penyediaan drone sipil kepada perusahaan minyak milik negara, Saudi Aramco. Perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan kehadiran tersebut guna membangun kemampuan manufaktur drone pencegat sendiri di Timur Tengah.

Menurut Tokushige, ini adalah area di mana kekuatan manufaktur Jepang dapat dimanfaatkan, mengingat meningkatnya permintaan akan solusi pertahanan berbiaya rendah

(wbs)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |